PASCA MELAHIRKAN
30 Juli 2020

Mencoba Block Artikel Agar Image Bisa Diklik

Mungkinkah kita kan slalu bersama walau terbentang jarak antara kita
placeholder

Foto: www.google.alexa.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Heading 2

Heading 3

Heading 4

Sebagai orang tua, Moms tentu perlu untuk rutin memantau tumbuh kembang anak dengan memerhatikan panjang/tinggi badan, berat badan, dan juga lingkar kepala.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan grafik tumbuh kembang anak, yang kemudian digunakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam buku "Petunjuk Teknis Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak Tahun 2015."

Tetapi, grafik tumbuh kembang ini cukup rumit untuk dibaca oleh orang awam. Moms bisa mencoba cara membaca grafik tumbuh kembang berikut ini dengan menggunakan tiga kasus berikut ini.

View this post on Instagram

A beautiful lamp.

A post shared by dms (@rhndp) on

Baca juga:

Resolusi Traveling Tahun 2017

Sebagai orang tua, Moms tentu perlu untuk rutin memantau tumbuh kembang anak dengan memerhatikan panjang/tinggi badan, berat badan, dan juga lingkar kepala.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan grafik tumbuh kembang anak, yang kemudian digunakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam buku "Petunjuk Teknis Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak Tahun 2015."

Tetapi, grafik tumbuh kembang ini cukup rumit untuk dibaca oleh orang awam. Moms bisa mencoba cara membaca grafik tumbuh kembang berikut ini dengan menggunakan tiga kasus berikut ini.

Pada kurva tumbuh kembang, Moms akan menemukan dua kelompok usia, yaitu tumbuh kembang untuk 0-2 tahun, dan 2-5 tahun.

"Untuk anak usia di bawah 2 tahun, pengukuran panjang badan dilakukan dengan posisi tidur, menggunakan papan pengukur. Sementara, anak di atas 2 tahun pengukuran tinggi badan dilakukan dengan posisi berdiri," jelas dr. Caessar Pronocitro, Sp. A, M.Sc - Dokter Spesialis Anak.

Selain itu, klasifikasi kurva ini juga dibedakan berdasarkan jenis kelamin yaitu pengukuran untuk bayi/balita laki-laki, dan bayi/balita perempuan. Perbedaannya karena berkaitan dengan faktor genetik.

"Pertumbuhan pada anak menunjukkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Hal ini terkait dengan faktor genetik. Maka, kurva pertumbuhannya pun berbeda," lanjut dr. Caessar.

Artikel Terkait